Image and video hosting by TinyPic
Showing posts with label PRESIDEN RI. Show all posts
Showing posts with label PRESIDEN RI. Show all posts

Monday, December 29, 2008

Bio Data Singkat Megawati

Nama : Dr (HC) Hj. Megawati Soekarnoputri
Nama Lengkap : Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri

Lahir : Yogyakarta,23 Januari 1947
Agama : Islam
Suami : Taufik Kiemas
Anak: 3 orang, (2 putra,1 putri)

Karir :
:: Presiden Ke-5 RI (2001 - 2004)
:: Wakil Presiden RI (1999- 2001)
:: Anggota DPR/MPR RI (1999)
:: Anggota DPR/MPR RI (1987-1992)

Pendidikan :
:: SD s/d SMA Perguruan Cikini
:: Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran (1965-1967)
:: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (1970-1972).

Organisasi :
:: Aktivis GMNI, 1965-1972
:: Ketua Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Cabang Jakarta Pusat
:: Ketua Umum DPP PDI, 1993-1998, Hasil Munas 1993, 22 Desember 1993-1998
:: Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, 1998-April 2000, Hasil Kongres 1998, Sanur, Bali, 8-10 Oktober 1998
:: Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, April 2000-2005, Hasil Kongres PDI-P, Semarang, Jawa Tengah, April 2000
:: Peserta Konvensi Wanita Islam International di Pakistan, 1994

Penghargaan
:: “Priyadarshni Award” dari lembaga Priyadarshni Academy, Mumbay, India, 19 September 1998
:: Doctor Honoris Causa dari Universitas Waseda, Tokyo, Jepang, 29 September 2001

Alamat Kantor:
Jalan Medan Merdeka Selatan No 6 Jakarta 10110

Alamat Rumah:
:: Resmi: Jalan Teuku Umar 27-A, Jakarta Pusat
:: Pribadi: Jl. Kebagusan IV No 45 RT 010 RW 04, Kel. Kebagusan Kec. Pasar Minggu, Jakarta Selatan

Read More......

Friday, December 26, 2008

Megawati di Kick-Andy

Apa saja yang diungkapkan Megawati saat tampil di Acara Kick Andy? Mungkin cerita yang akan saya tulis bisa dibaca oleh yang ketinggalan melihat tayangannya.

Kok telat! Sebagian boleh saja protes dengan postingan ini. Orang bijak bilang, lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali.

Di acara tersebut, Megawati memakai gaun warna merah yang keren, dengan hiasan bros yang menawan pula. Hadir pula di studio nama-nama seperti Taufik Kiemas suaminya, Isnuansa Puan Maharani anaknya, Mas Tatam anaknya, Pak Guntur Soekarno Putra kakaknya, Pramono Anung Wibowo sekretaris DPP PDI Perjuangan, Rano Karno wakil bupati Tangerang. Dan nama-nama yang lain saya kenal tapi nanti halaman habis hanya untuk menyebutkan tamu undangan.

Kenapa sih, Megawati bersedia tampil di televisi dan diwawancarai Andy Noya di Kick Andy? Megawati menjawab karena acara Kick Andy sangat bagus, meski beliau tidak selalu menontonnya.

Munculnya Megawati di televisi, bisa jadi akan memunculkan kembali tuduhan mencuri start kampanye, seperti yang selama ini diarahkan kepadanya saat turun ke bawah menemui konstituennya. Tetapi jangan menggunakan kata “tebar pesona” karena dia merasa itu adalah trade marknya. Cari sendiri dong yang kreatif, di kamus kan banyak, ujarnya sambil tertawa.

Menjawab pertanyaan bahwa selama ini tudingan terhadapnya lebih banyak seputar tidak adanya titel di belakang namanya sehingga serta merta dianggap bodoh dan tidak bisa berdebat, Mega menjawab, banyak orang-orang yang pintar berdebat di televisi harus begini harus begitu, sementara kita tidak bisa menyelesaikan permasalahan ketika rakyat hari ini sudah bertanya, besok apa yang bisa kita makan?

Ditanya apa salah satu hal yang dianggapnya sebagai kesuksesan ketika menjabat adalah penyelesaian kasus-kasus kredit macet di BPPN yang mencapai 300 ribuan.

Megawati juga tidak punya rasa dendam, padahal beliau mengatakan mengetahui dalang dibalik kasus 27 Juli 1996 (Kudatuli).

Soal kuliahnya yang tidak selesai, Megawati mengaku akan melaporkan ke Komnas HAM jika saat itu lembaga tersebut ada. Beliau merasa haknya memperoleh pendidikan dirampas. Bahkan beliau sempat menyebut orang dan jabatannya yang memanggil dan memberikan pilihan untuk terus kuliah atau berhenti.

Ada yang lucu diceritakan Megawati tentang Gus Dur, bahwa ada kesamaan antara kader PDI Perjuangan dengan NU. Pada saat melayangkan surat kepada Gus Dur untuk meresmikan kantor baru, dilaporkan dalam surat, pembangunan gedung sudah selesai, tinggal kurang eternitnya saja. Ketika dicek, ternyata sudah diplafon. ”Lha, katanya eternitnya belum?” tanya Gus Dur.

”Itu lho Gus, eternit yang di komputer!”, jawabnya kalem.

Read More......

Mega Persilahkan Kalangan Muda Maju di Pilpres

Megawati Soekarnoputri yang telah resmi dicalonkan oleh PDI Perjuangan sebagai capres di 2009 mempersilakan calon-calon presiden dari kalangan muda yang banyak diwacanakan media untuk tampil pada pemilihan presiden 2009.

"Di media massa selalu diwacanakan memberi kesempatan kepada pemimpin muda. Di mana mereka itu?" katanya di depan ratusan ribu massa peserta Gebyar Pancasila di silang Monas Jakarta, Minggu.

Menurut Mega, calon-calon pemimpin muda yang diwacanakan itu silahkan saja maju dan nanti rakyatlah yang akan menilai. "Indonesia ini besar dan bukan hanya milik sekelompok golongan saja," katanya.

Mengenai Pancasila, Mega mengatakan bahwa saat ini falsafah bangsa itu mulai dilupakan banyak warga Indonesia sendiri .

Bangsa ini, ujarnya, lupa bahwa Pancasila itu lahir ketika Indonesia sedang dipersiapkan kemerdekaannya dan saat itu pimpinan sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) bertanya jika Indonesia merdeka, maka dasarnya apa.

Presiden pertama Indonesia Soekarno waktu itu mencetuskan bahwa dasar negara sekaligus falsafah bangsa ini adalah Pancasila. Pancasila merupakan penjabaran dari intisari semangat hidup bangsa Indonesia, yakni gotong royong.

Lebih lanjut Mega mengatakan, salah besar jika ada pandangan bahwa Pancasila tidak diperlukan lagi karena bangsa Indonesia sudah bersatu dan merdeka.

"Bangsa ini tidak akan pernah ada jika tidak ada Pancasila. Pancasila adalah alat pemersatu dan hal itu jelas terlihat dari semangat yang ditunjukkan rakyat Indonesia di banyak daerah," katanya.

Pada kesempatan itu Megawati Soekarnoputri kembali mengkritik kebijakan pemerintah memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat sebagai kompensasi kenaikan harga BBM.

"Sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan, saya menolak kebijakan BLT ini," ujar Megawati. Presiden kelima itu beralasan pemberian BLT justru membuat mental rakyat Indonesia menjadi orang peminta-minta.

Menurut Mega, rakyat itu harus diberi kail dan bukan ikannya sehingga pemberian BLT bukan solusi terbaik buat rakyat. Megawati menegaskan bahwa orasi politiknya itu bukan kampanye tetapi menyuarakan aspirasi rakyat yang tengah terhimpit banyak masalah saat ini. (sumber: http://kapanlagi.com/ )

Read More......

Thursday, December 25, 2008

Sikap Politk Megawati Soal NKRI

Salah satu tantangan dalam berbangsa dan bernegara saat ini ketika adanya gerakan separatisme yang akan mengancam disintegrasi bangsa. Padahal para pendiri bangsa telah membentuk suatu ikatan yang utuh dari Sabang sampai Merauke sejak diproklamasikannya pada 17 Agustus 1945.

Untuk mempertahankan dari ancaman disintegrasi maka diperlukan kepemimpinan yang tegas, teguh pendirian, dan tidak sekalipun "bermain-main" dengan masalah keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun demikian dalam menyelesaikan persoalan menyangkut integritas wilayah NKRI perlu mengutamakan "cara damai" dengan melakukan pendekatan kesejahteraan rakyat dibandingkan dengan "cara perang", termasuk dalam menyelesaikan konflik lokal.

Read More......

Perhatian Megawati Terhadap Kaum Perempuan

Setiap pemimpin dituntut untuk memiliki sikap yang membela kaum perempuan. Dan Megawati tidak hanya perhatian terhadap masalah perempuan, tetapi juga memiliki sensitivitas terhadap masalah gender. Sebagai seorang perempuan, Megawati tahu betul apa yang menjadi aspirasi dan harapan kaumnya - kaum perempuan.

Sensitivitas gender yang dimiliki Megawati tidak membuatnya berpandangan bahwa kaum perempuan harus "dikasihani" begitu saja tanpa pertimbangan prestasi. Sekali lagi Megawati tidak menganut prinsip demikian terhadap kaum perempuan. Megawati justru menganggap perempuan dan laki-laki memiliki "kesempatan dan potensi yang sama" dalam segala bidang.





Read More......

Wednesday, December 24, 2008

Megawati, Pemimpin Rendah Hati

Di era reformasi orang bisa berkata apa saja, kapan saja, dan di mana saja, serta tentang apa saja. Baik melalui media mau pun orasi di hadapan publik. Mereka benar-benar menikmati euphoria. Hampir semua politisi seolah berlomba-lomba untuk ngomong, terlebih lewat media massa.Semua politisi jika berbicara mengaku dirinya paling reformis, paling membela rakyat - meski pun dalam prakteknya mereka hanya memanfaat rakyat sebagai objek saja. Kesempatan seperti itu tidak serta-merta dimanfaatkan Mega. Beliau lebih memilih bersikap low profile, rendah hati, dan tidak congkak.

Banyak ungkapan dan tindakan Megawati baik sebagai petinggi di partai-nya atau pun mantan Presiden RI yang mencerminkan sikap rendah hati. Oleh karena itu Megawati jarang memberikan reaksi yang berlebihan atas suatu persoalan yang muncul. Begitu pun terhadap sikap yang terkadang memojokkan dirinya. (di adopsi dari MSP PPR 2004)

Read More......

Mega, Tidak Ambisius

Berbeda dengan calon presiden lainnya, Megawati tidak pernah meminta untuk dicalonkan sebagai Presiden RI. Tetapi proses pencalonan dirinya selalu menggelinding begitu saja dari akar rumput.Maka sebagai seorang putera bangsa - Mega tidak akan pernah menolak, bila amanah itu sudah berada di hadapannya. Tetapi sekali lagi, beliau tidak pernah meminta-minta untuk dicalonkan.

Tentu saja sikap ini sebetulnya yang menjadi kekuatan bagi pendukungnya sehingga akan berbuat all out untuk memenangkan pencalonannya sebagai Presiden RI. Kekuatan ini bukan tanpa dasar, buat rakyat pendukung setia bahwa Megawati sangat pantas untuk dicalonkan sebagai Presiden RI pada Pemilihan Presiden 2009.

Read More......
mega kembali © 2008. Design by :Yanku Templates Sponsored by: Tutorial87 Commentcute